Rabu, 04 Maret 2015

Yesita Lestary..,,


   Cerpen tema: Pramuka
                  Dunia Kecil Dalam Kehidupan
   Kini Usiaku sudah menginjak dua puluh tiga tahun. Aku baru lulus dari akademi perawat di kota. Sekarang aku sudah belajar mandiri jauh dari orang tua, kakak perempuanku lah yang menemaniku tinggal disini. Aku sempat berencana akan pulang mengunjungi ayah dan ibu di desa, banyak terlukis kenangan indah di sana.
   Hari ini aku sangat senang… sekali, karena akan melepas rindu dengan bertemu ayah dan ibu. Hmm.. senang rasanya bisa kembali ke tempat kelahiran, walau hanya sementara. Tibalah aku di desa, suasana dan fanoramanya tidak ada yang berubah, hanya saja jalan transportasinya sudah sedikit mengalami perubahan. Udara segar masih tercium, air di sungai masih tampak jernih, serta tumbuhan hijau masih menghiasi sekitar pemukiman warga. Suasana damai selalu terpancar dari dulu higga sekarang. Pada saat diperjalanan menuju rumah lamaku, aku bertemu dengan segerombolan anak yg berjalan dengan rapi sesuai barisannya, mereka sangat kompak dengan seragamnya yg mirip tanah di bumi pertiwi ini. Tampak dari raut wajahnya ia sangat bersemangat. Ntah mengapa, tiba-tiba terlintas memory di otakku tentang masa-masa indah di sekolah dulu. Waktu sekolah, aku juga aktif dalam kegiatan PRAMUKA, terutama dalam jenjang sekolah menengah pertama. Bagiku, pramuka merupakan dunia kecil dalam kehidupan. Mengajarkan kita untuk mandiri, bekerja sama dalam bentuk team, dan yang terpenting adalah dapat mengenal banyak sahabat, bertemu dengan orang-orang baru, mengenal budaya-budaya baru. Sebenarnya anak-anak yang ikut pramuka cenderung  lebih aktif dan kreatif daripada anak-anak yang tidak ikut. Mereka terlatih untuk selalu aktif, dan selalu berpikiran yang positif. Hal yang paling kusuka dalam kegiatan pramuka adalah pada saat pelaksanaan perkemahan. Aku ingat ..,,,, “ Cepat angkut barang-barang kalian dari tenda, SEKARANG!!”, teriak kakak Pembina. Waktu itu, pada saat acara api unggun, terjadi hujan yang cukup deras dengan disertai guntur yang menggelegar. Kejadian ini mengakibatkan banjir hampir di seluruh kawasan perkemahan, tenda reguku juga ikut kebanjiran, terpaksa kami harus tidur di selasar kelas. Sungguh masa-masa yang tak terlupakan dalam hidup. Tak terasa sudah cukup lama aku dan kakakku berjalan menyelusuri desa, hingga sudah hampir sampai ke rumah. “Kak Nindy, kak Niaa…,,,”, terdengar suara Naila adik bungsuku. “Kak, ayah dan ibu sudah dari tadi menanti kakak.” . Aku pun segera masuk kedalam rumah lamaku, ayah dan ibuku sangat senang dengan kedatanganku, apalagi setelah mengetahui aku sudah lulus dari akademi perawat, mereka sangat senang bercampur haru. Senang rasanya bisa membuat orang tua bahagia.
   Setelah sudah 1 minggu aku kembali ke desa, aku berniat besok akan pulang ke Bandung, berat rasanya meninggalkan keluarga kecil ini. Keesokan harinya, tepatnya pada hari minggu. Siang itu juga aku sudah siap akan berangkat ke kota. Aku berpamitan kepada kakak, dan orang tuaku. Pada saat aku sudah di perjalanan menuju luar desa. Tiba-tiba…,,, “kak Nia..,,,!!”. “Kakak hati-hati ya di kota, dan jangan lupa berkunjung ke desa lagi…”. Ternyata pada saat itu adikku akan ke sekolah untuk mengikuti kegiatan perkemahan. “koq aku baru tahu ya kalau Naila juga senang pramuka seperti ku?”, gumamku dalam hati.     “ Iya..,,, kakak pasti akan tinggal lagi ke desa ini, tapi belum waktunya. Jika kakak sudah pergi ke kota, titip ayah dan ibu ya..,,”. “Dan jangan lupa!! Tanamkan jiwa Pramuka mu dari sekarang!!”
.                   oOo_The End_oOo           
Karya: Yesita Lestary

FB= Yesita Lestary
Tweet= @YesitaLestary

1 komentar: