Cerpen tema: Pramuka
Dunia
Kecil Dalam Kehidupan
Kini Usiaku
sudah menginjak dua puluh tiga tahun. Aku baru lulus dari akademi perawat di
kota. Sekarang aku sudah belajar mandiri jauh dari orang tua, kakak perempuanku
lah yang menemaniku tinggal disini. Aku sempat berencana akan pulang
mengunjungi ayah dan ibu di desa, banyak terlukis kenangan indah di sana.
Hari ini aku sangat senang… sekali, karena
akan melepas rindu dengan bertemu ayah dan ibu. Hmm.. senang rasanya bisa
kembali ke tempat kelahiran, walau hanya sementara. Tibalah aku di desa,
suasana dan fanoramanya tidak ada yang berubah, hanya saja jalan
transportasinya sudah sedikit mengalami perubahan. Udara segar masih tercium,
air di sungai masih tampak jernih, serta tumbuhan hijau masih menghiasi sekitar
pemukiman warga. Suasana damai selalu terpancar dari dulu higga sekarang. Pada
saat diperjalanan menuju rumah lamaku, aku bertemu dengan segerombolan anak yg
berjalan dengan rapi sesuai barisannya, mereka sangat kompak dengan seragamnya
yg mirip tanah di bumi pertiwi ini. Tampak dari raut wajahnya ia sangat
bersemangat. Ntah mengapa, tiba-tiba terlintas memory di otakku tentang
masa-masa indah di sekolah dulu. Waktu sekolah, aku juga aktif dalam kegiatan
PRAMUKA, terutama dalam jenjang sekolah menengah pertama. Bagiku, pramuka
merupakan dunia kecil dalam kehidupan. Mengajarkan kita untuk mandiri, bekerja
sama dalam bentuk team, dan yang terpenting adalah dapat mengenal banyak
sahabat, bertemu dengan orang-orang baru, mengenal budaya-budaya baru.
Sebenarnya anak-anak yang ikut pramuka cenderung lebih aktif dan kreatif daripada anak-anak
yang tidak ikut. Mereka terlatih untuk selalu aktif, dan selalu berpikiran yang
positif. Hal yang paling kusuka dalam kegiatan pramuka adalah pada saat pelaksanaan
perkemahan. Aku ingat ..,,,, “ Cepat angkut barang-barang kalian dari tenda,
SEKARANG!!”, teriak kakak Pembina. Waktu itu, pada saat acara api unggun,
terjadi hujan yang cukup deras dengan disertai guntur yang menggelegar.
Kejadian ini mengakibatkan banjir hampir di seluruh kawasan perkemahan, tenda
reguku juga ikut kebanjiran, terpaksa kami harus tidur di selasar kelas.
Sungguh masa-masa yang tak terlupakan dalam hidup. Tak terasa sudah cukup lama
aku dan kakakku berjalan menyelusuri desa, hingga sudah hampir sampai ke rumah.
“Kak Nindy, kak Niaa…,,,”, terdengar suara Naila adik bungsuku. “Kak, ayah dan
ibu sudah dari tadi menanti kakak.” . Aku pun segera masuk kedalam rumah
lamaku, ayah dan ibuku sangat senang dengan kedatanganku, apalagi setelah
mengetahui aku sudah lulus dari akademi perawat, mereka sangat senang bercampur
haru. Senang rasanya bisa membuat orang tua bahagia.
Setelah sudah 1 minggu aku kembali ke desa,
aku berniat besok akan pulang ke Bandung, berat rasanya meninggalkan keluarga
kecil ini. Keesokan harinya, tepatnya pada hari minggu. Siang itu juga aku
sudah siap akan berangkat ke kota. Aku berpamitan kepada kakak, dan orang
tuaku. Pada saat aku sudah di perjalanan menuju luar desa. Tiba-tiba…,,, “kak
Nia..,,,!!”. “Kakak hati-hati ya di kota, dan jangan lupa berkunjung ke desa
lagi…”. Ternyata pada saat itu adikku akan ke sekolah untuk mengikuti kegiatan
perkemahan. “koq aku baru tahu ya kalau Naila juga senang pramuka seperti ku?”,
gumamku dalam hati. “ Iya..,,, kakak
pasti akan tinggal lagi ke desa ini, tapi belum waktunya. Jika kakak sudah
pergi ke kota, titip ayah dan ibu ya..,,”. “Dan jangan lupa!! Tanamkan jiwa Pramuka
mu dari sekarang!!”
. oOo_The
End_oOo
Karya:
Yesita Lestary
FB= Yesita Lestary
Tweet=@YesitaLestary
FB= Yesita Lestary
Tweet=

TERima kasih berkunjung di blog saya :)
BalasHapus